Skip to main content

Posts

Showing posts from 2007

Kemiskinan Ladang Pemurtadan

Oleh : Martin Jatinangor Kemiskinan, gelandangan dan pengemis semakin bertambah setiap tahunnya, bertebaran di setiap sudut kota dan disetiap lampu lalulintas persimpangan jalan raya , kadzal faqru’ ayakunal kuffra Dalam Perjalan pulang pergi dari rumah menuju tempat bekerja , pandangan saya sering disuguhkan dengan fenomena hilir mudik anak-anak dan orang tua yang mengemis dipersimpangan jalan ,dari balita hingga manula , sepertinya mereka tidak takut arus kendaraan yang bisa membahayakan dirinya . Fenomena seperti itu menunjukan kelemahan dari managemen pemerintah baik pusat maupun daerah ,serta tidak konsistennya pelaksanaan dari amanat undang-undang dasar 45 BAB XIV. pasal 34 yang berbunyi “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara “.Adalah merupakan kewajiban Negara untuk memelihara fakir miskin . Jika pemahaman pasal 34UUD45 dilakukan secara tersurat , maka maksudnya bahwa seluruh fakir miskin dan anak terlantar yang ada di negri ini seluruhnya harus benar- bena...

Mensyukuri Kemerdekaan

Oleh: Adian Husaini Pada tanggal 17 Agustus 2007, Indonesia memperingati kemerdekaannya yang ke-62. Seperti biasa, berbagai acara seremonial kebangsaan digelar. Mulai tingkat RT sampai tingkat negara. Berbagai pendapat dan komentar telah diluncurkan di berbagai media massa tentang makna kemerdekaan. Umumnya, para kritikus menyatakan, bahwa secara fisik, Indonesia memang telah merdeka, namun ditinjau dari nilai hakikat kemerdekaan, maka tujuan kemerdekaan itu sendiri masih jauh dari harapan. Enam puluh dua tahun lalu telah digariskan tujuan kemerdekaan kita, sebagaimana bisa kita simak dalam Pembukaan UUD 1945. Yakni, untuk membentuk pemerintahan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Kita bisa menilai, alangkah jauhnya tujuan kemerdekaan itu dari kehidupan kita sekarang. Kita menyaksikan, begitu lemahnya kemampuan pemerintah RI untuk melindungi bangs...

Khilafah Islamiyah?

Mengapa Harus Khilafah Bahwa khilafah harus ditegakkan, nyaris diamini semua gerakan Islam. Tapi apakah ia sebagai sarana atau tujuan, itu yang masih sering diperdebatkan. Bulan Agustus tahun ini, Ibu Kota Jakarta akan tampil lebih meriah. Selain, acara rutin tahunan tujuh belasan agustus, ada juga Pilkada DKI Jakarta. Di samping dua acara itu, Jakarta juga akan dimeriahkan oleh hajatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang akan menggelar Konferensi Khilafah Internasional. Acara yang rencananya akan dihadiri oleh 100 ribu peserta ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Ahad (12/8). Serangkaian acara sudah disiapkan. Di antaranya, Parade Bedug dan Pembacaan Puisi oleh Taufiq Ismail serta konser shalawat dan nasyid bersama Snada. Acara ini juga akan menghadirkan beberapa pembicara. Dari luar negeri akan tampil Dr Imran Waheed (Hizbut Tahrir Eropa), Syekh Ismail al-Wahwah (Hizbut Tahrir Australia), Syekh Issam Ameera (Hizbut Tahrir Palestina), Syekh Usman Abu Khalil (Hiz...

Sesumbar Obama

Sesumbar Obama, Ancam Pakistan Barack Obama menyebut Afghanistan dan Pakistan sebagai tempat yang tepat untuk menggelar pasukan militer AS. Dengan dalih memerangi al-Qaidah, jika kelak terpilih sebagai Presiden AS, Obama berencana menginvasi Pakistan, tanpa perlu meminta izin. Akankah Obama meniru jejak Bush yang haus perang? Obral sesumbar dan ancaman untuk melakukan aksi militer di negara orang nampaknya tak hanya monopoli Presiden AS yang berkuasa saat ini, George Walker Bush. Meski masih berstatus “kandidat presiden”, senator asal Illionis, Barack Obama, sudah lancang mengumbar ancaman. Dalam sebuah pidato di Pusat Cendekiawan Internasional Woodrow Wilson, Washington, kandidat presiden berkulit gelap ini berencana menggelar operasi militer di Pakistan untuk menghancurkan kelompok al-Qaidah jika terpilih kelak. “Biarkan saya menjelaskan hal ini. Di sana (Pakistan) menetap para teroris yang tinggal di pegunungan, yang telah membunuh sekitar 3000 warga Amerika. Mereka juga sedang mere...
Masalah Overkuota Jamaah Haji Khusus, Bukti Ketidakberesan Depag. Fraksi-PKS Online: Meletusnya kekisruhan akibat masalah overkuota yang pertama kali terjadi pada jamaah haji khusus dinilai anggota Komisi Agama DPR RI DH. Al Yusni sebagai masalah yang sangat serius. "Saya kira ini masalah sangat serius. Ada 6.348 jamaah yang terancam gagal berangkat. Ini bukti Depag masih belum beres mengurus haji. Saya lihat hampir tiap tahun ada saja masalah haji. Depag harus cari jalan keluar yang tepat. Kita tak ingin ada ribut-ribut ribuan jamaah akibat gagal berangkat," kritik Al Yusni. Saat ditanya penyebab ketidakberesan Depag, anggota DPR dari Fraksi PKS itu melihat hal itu dampak dari manajemen Depag yang masih amburadul. "Ada masalah manajemen yang harus diperbaiki. Depag juga harus tinjau kembali aturan yang ada, sehingga tak mudah dijadikan ruang penyimpangan," ujar dia. Anggota DPR asal Bekasi itu menilai bahwa jumlah surat perintah perjalanan haji (SPPH) yang dikeluar...
PKS Kembali Berangkatkan Guru Umroh “Saya keget banget, ngak percaya waktu ditelepon kalau saya mendapat hadiah umroh dari PKS. Ngak kebayang bisa berangkat ke Mekah,” tutur Maria yang sehari-hari mengajar PPKN di Aceh Besar. PK-Sejahtera Online: Sebagai tanda terimakasih atas jasa-jasa para guru yang telah memberikan baktinya kepada bangsa, PKS kembali memberangkatkan 35 guru umrah. Pemberangkatan guru dari seluruh Indonesia ini, merupakan pemberangkatan gelombang ketiga. Pemberangkatan pertama telah dilakukan pada tanggal 22 April dan pemberangkatan kedua pada tanggal 22 Mei yang lalu. Total peserta yang telah diperangkatkan adalah 50 orang. Program ini masih merupakan rangkaian acara Milad ke-9 PKS. Presieden PKS Tifatul Sembiring melepas langsung keberangkatan para peserta Umrah, Senin (4/7) di Gedung DPP PKS Jl. Mampang Prapatan No.98 D-E-F Jakarta Selatan. Tifatul memberikan beberapa pesan kepada jamaah terkait dengan pelaksaan ibadah umroh. Ia mengingatkan agar para peserta memb...
NKRI Tidak Bisa Diganggu Gugat “Bagi kita NKRI itu sudah final. Kita tidak setuju dengan gerakan-gerakan yang sifatnya separatisme, baik yang ada di Papua atau yang ada di Maluku,’ tegas Tifatul. PK-Sejahtera Online: Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan bahwa Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bentuk negara yang ideal dan tidak bisa diganggu gugat. Hal ini diungkapkan Tifatul terkait dengan adanya demo pendukung Republik Maluku Selatan (RMS) di hadapan Presiden RI Sosilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Maluku, pada saat SBY akan memberikan pidato. “Bagi kita NKRI itu sudah final. Kita tidak setuju dengan gerakan-gerakan yang sifatnya separatisme, baik yang ada di Papua atau yang ada di Maluku,’ tegas Tifatul. Karenanya PKS menyatakan prihatin atas kejadian itu dan meminta agar kelompok separatis itu tersebut ditindak tegas. Dengan adanya insiden tersebut, Tifatul menyayangkan sikap Badan Intelijen Indonesia (BIN) yang lebih banyak mengurusi masalah-masalah internasional d...

Peringatan 62 Tahun Piagam Jakarta

”Peringatan 62 Tahun Piagam Jakarta” Oleh: Adian Husaini Hingga saat ini, banyak pihak berusaha menutup-nutupi sejarah ”Piagam Jakarta”. Ada apa sebenarnya? Pada Hari Kamis, 21 Juni 2007, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) menyelenggarakan sebuah acara penting, yakni peluncuran buku berjudul ”Status Piagam Jakarta: Tinjauan Hukum dan Sejarah”, karya cendekiawan Muslim Ridwan Saidi. Melalui buku ini, Ridwan Saidi membuktikan, bahwa Piagam Jakarta bukan hanya merupakan produk sejarah, tetapi juga sekaligus produk hukum. Ridwan Saidi menegaskan, bahwa ”Piagam Jakarta masih berlaku sampai sekarang. Artinya syariat Islam secara legal memang berlaku di Indonesia”. Lebih jauh, ketika saya hubungi, sesaat menjelang acara bedah bukunya di Jakarta, Ridwan mengharapkan agar pemerintah dan DPR seharusnya meninjau kembali semua produk hukum dan perundang-undangan di Indonesia yang tidak mengacu kepada Piagam Jakarta. Piagam Jakarta adalah produk hukum yang secara resmi dikembali...

Takdir Partai Politik Status Quo

Takdir Partai Politik Status Quo Oleh : Redaksi 29 Jun 2007 - 7:05 pm Seluruh manusia di jagad ini setidaknya pernah mendengar istilah NAZI. Ya, ini merupakan sebuah nama yang amat populer yang merujuk pada nama sebuah partai yang sangat berkuasa di Jerman era Perang Dunia II dengan Adolf Hitler, seorang mantan Kopral, sebagai tokoh tertingginya. NAZI sebenarnya memiliki nama sebagai Partai Nasional Sosialisme (Nationalsozialismus), merujuk pada sebuah ideologi totalitarian. Dalam bahasa Jerman, nama resminya adalah Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) yang memiliki arti lebih kurang sebagai Partai Buruh Nasionalis Sosialis Jerman. Kata ini juga merujuk pada kebijakan yang dianut oleh pemerintahan Jerman pada tahun 1933—1945, sebuah periode yang kemudian dikenal sebagai Jerman Nazi atau Third Reich. Istilah NAZI bisa jadi berasal dari paham nasionalisme Jerman (Nationalsozialismus). Sampai hari ini orang-orang yang berhaluan ekstrim kanan dan rasisme sering disebut se...
Dokumen Resmi Kuak Keterlibatan Pejabat Fatah Atas Tewasnya Yaser Arafat Laporan Oleh : Redaksi 05 Jul, 07 - 4:12 pm Sebuah situs berita menurunkan sebuah dokumen yang menyatakan keterlibatan petinggi Faksi Fatah Muhammad Dahlan terkait tewasnya Yaser Arafat pada November 2006 lalu. Situs berita News menyebutkan, teks dokumen itu berbentuk surat yang berasal dari Dahlan, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Pro Revolusioner Fatah, untuk Menteri Pertahanan Israel Shaul Mofaz. Dalam teks dokumen tersebut Dahlan mengatakan, “Anda semua juga harus yakin bahwa apa yang telah saya pastikan terhadap diri saya di hadapan Presiden AS George Bush, maka saya siap untuk menyerahkan hidup saya sebagai harga (janji-janji) itu. Anda semua juga harus yakin bahwa Arafat sekarang ini tengah dalam hari-hari akhirnya. Tapi biarkan kami menuntaskannya dengan cara kami, bukan dengan cara kalian.” Lebih lanjut dalam surat itu Dahlan menegaskan bahwa AS merupakan negara yang beradab dan demokratis. “Kami t...

How did Dr Ingrid Mattson became Muslim

How did Dr Ingrid Mattson became Muslim Muslim Convert News Oleh : Redaksi 02 Jul 2007 - 4:00 pm by Dr. Ingrid Mattson : Finding the Prophet in his People I spent a lot of time looking at art the year before I became a Muslim. Completing a degree in Philosophy and Fine Arts, I sat for hours in darkened classrooms where my professors projected pictures of great works of Western art on the wall. I worked in the archives for the Fine Arts department, preparing and cataloging slides. I gathered stacks of thick art history books every time I studied in the university library. I went to art museums in Toronto, Montreal and Chicago. That summer in Paris, “the summer I met Muslims” as I always think of it, I spent a whole day (the free day) each week in the Louvre. What was I seeking in such an intense engagement with visual art? Perhaps some of the transcendence I felt as a child in the cool darkness of the Catholic church I loved. In high school, I had lost my natural faith in God, and rarel...

KENAPA AS INCAR IRAN?

KENAPA AS INCAR IRAN? Oleh : Redaksi 05 Jul 2007 - 2:24 am Selepas invansi Amerika Serikat (AS) ke Irak pada Maret 2003, nafsu AS ternyata masih tak bisa dibendung untuk mencoba “invansi” Iran lewat isu yang sama: nuklir. Iran dikhawatirkan akan memproduksi senjata pemusnah massal (Weapon Mass Destruction / WMD) melalui senjata nuklir. Padahal Iran telah mengklaim tenaga nuklir hanya digunakan sebagai bahan pembangkit listrik; demi perdamaian. Padahal, pada tahun 1974, Iran di bawah Shah Reza Pahlevi, AS men-support pembangunan reaktor nuklir Bushehr. Kali ini, isu ancaman senjata nuklir Iran kembali digunakan AS. Sungguh kampungan! Dulu, isu senjata nuklir pernah berhasil digunakan oleh AS ke Irak. AS menginvansi Irak, dunia pun seakan tak bisa berbuat banyak; termasuk Indonesia. Di AS sendiri, isu senjata nuklir dianggap sebagai “kebohongan” terhadap publik AS. Sebuah media massa AS, The Washington Post sempat mempertanyakan alasan serangan AS ke Irak. Sandi Invasi AS ke Irak bernama...