Skip to main content

Setelah tenggelam

Bismillah...

setelah tenggelam sekian lama didunia yang penuh warna dan kekuranglengkapan fasilitasnya, blog ini telah mengistirahatkan diri satu tahun lebih, tahu kenapa? karena sibuk? bukan. karena kurang materi? bukan. karena miskin ide? bukan. karena banyak pengaruh? bukan juga. karena blogspot bukan milik muslim? apalagi.., juga bukan. karena malas? ...hmmm mungkin. ini adalah fenomena buruk yang hinggap dalam diri, dengan berbagai alasan, banyak ide dan tema-tema penting yang bisa dikembangkan dan dipulish..., sayan harus mohon ampun pada Pencipta pikiran ini, kemampuan yang telah diberikan tidak digunakan maksimal untuk dicurahkan didunianya yang lebih nyata dan berarti.
Setelah tenggelam, kini saatnya kembali mengurai benang-benang basah dan kusut dalam kehidupan yang selama ini dijalani, basah dan kusut bukan karena banyaknya masalah yang tidak bisa di selesaikan , tapi karena miskinnya effort dan semangat untuk menuangkan ide dan mengasah fikir. setelah tenggelam... saatnya kembali lagi melihat kiri-kanan , atas-bawah, muka-belakang, untuk tampak, mengulur dan memberi.
Banyak memang peristiwa kehidupan yang telah merangkai dirinya sendiri selama ruang cerita ini tak digunakan untuk menyebarkan informasi. Dalam dan luar diri telah melimpah curah peristiwa emas, perak dan perunggu... sampai peristiwa "besi karat"pun ada.. banyak pelajaran kehidupan yang mestinya tercurah. semoga ini mula dari apungan balik setelah tenggelam sekian lama.
peristiwa dunia yang akhir-akhir ini panas oleh semangat revolusi dan reformasi membuat denyut jantung dunia semakin kencang berdebar.

Mari kita ikuti laju dunia ini dengan saling berbagi. Nurani kita menuntut!!

Popular posts from this blog

suara nurani

Nurani manusia seringkali di kekang oleh nafsu, siapa yang mampu mengendalikan nafsunya niscaya ia akan bisa bersuara dan beraspirasi dengan suara nuraninya yng bersih dari kotoran bisikan setan yang melekat di setiap jaringan kepekaan jiwanya. Yakinkan bahwa jiwa anda bebas dari belenggu nafsu setan, maka dikala itu ana telah beraa pada posisi yang pas untuk memulai suatu amal besar menuju ke sebuah cita-cita besar, karena ana juga saat itu telah melakukan suatu hal yang sangat berharga untuk kedamaian hidup anda di masa depan.
PKS Kembali Berangkatkan Guru Umroh “Saya keget banget, ngak percaya waktu ditelepon kalau saya mendapat hadiah umroh dari PKS. Ngak kebayang bisa berangkat ke Mekah,” tutur Maria yang sehari-hari mengajar PPKN di Aceh Besar. PK-Sejahtera Online: Sebagai tanda terimakasih atas jasa-jasa para guru yang telah memberikan baktinya kepada bangsa, PKS kembali memberangkatkan 35 guru umrah. Pemberangkatan guru dari seluruh Indonesia ini, merupakan pemberangkatan gelombang ketiga. Pemberangkatan pertama telah dilakukan pada tanggal 22 April dan pemberangkatan kedua pada tanggal 22 Mei yang lalu. Total peserta yang telah diperangkatkan adalah 50 orang. Program ini masih merupakan rangkaian acara Milad ke-9 PKS. Presieden PKS Tifatul Sembiring melepas langsung keberangkatan para peserta Umrah, Senin (4/7) di Gedung DPP PKS Jl. Mampang Prapatan No.98 D-E-F Jakarta Selatan. Tifatul memberikan beberapa pesan kepada jamaah terkait dengan pelaksaan ibadah umroh. Ia mengingatkan agar para peserta memb...
Dokumen Resmi Kuak Keterlibatan Pejabat Fatah Atas Tewasnya Yaser Arafat Laporan Oleh : Redaksi 05 Jul, 07 - 4:12 pm Sebuah situs berita menurunkan sebuah dokumen yang menyatakan keterlibatan petinggi Faksi Fatah Muhammad Dahlan terkait tewasnya Yaser Arafat pada November 2006 lalu. Situs berita News menyebutkan, teks dokumen itu berbentuk surat yang berasal dari Dahlan, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Pro Revolusioner Fatah, untuk Menteri Pertahanan Israel Shaul Mofaz. Dalam teks dokumen tersebut Dahlan mengatakan, “Anda semua juga harus yakin bahwa apa yang telah saya pastikan terhadap diri saya di hadapan Presiden AS George Bush, maka saya siap untuk menyerahkan hidup saya sebagai harga (janji-janji) itu. Anda semua juga harus yakin bahwa Arafat sekarang ini tengah dalam hari-hari akhirnya. Tapi biarkan kami menuntaskannya dengan cara kami, bukan dengan cara kalian.” Lebih lanjut dalam surat itu Dahlan menegaskan bahwa AS merupakan negara yang beradab dan demokratis. “Kami t...