Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2007
Masalah Overkuota Jamaah Haji Khusus, Bukti Ketidakberesan Depag. Fraksi-PKS Online: Meletusnya kekisruhan akibat masalah overkuota yang pertama kali terjadi pada jamaah haji khusus dinilai anggota Komisi Agama DPR RI DH. Al Yusni sebagai masalah yang sangat serius. "Saya kira ini masalah sangat serius. Ada 6.348 jamaah yang terancam gagal berangkat. Ini bukti Depag masih belum beres mengurus haji. Saya lihat hampir tiap tahun ada saja masalah haji. Depag harus cari jalan keluar yang tepat. Kita tak ingin ada ribut-ribut ribuan jamaah akibat gagal berangkat," kritik Al Yusni. Saat ditanya penyebab ketidakberesan Depag, anggota DPR dari Fraksi PKS itu melihat hal itu dampak dari manajemen Depag yang masih amburadul. "Ada masalah manajemen yang harus diperbaiki. Depag juga harus tinjau kembali aturan yang ada, sehingga tak mudah dijadikan ruang penyimpangan," ujar dia. Anggota DPR asal Bekasi itu menilai bahwa jumlah surat perintah perjalanan haji (SPPH) yang dikeluar...
PKS Kembali Berangkatkan Guru Umroh “Saya keget banget, ngak percaya waktu ditelepon kalau saya mendapat hadiah umroh dari PKS. Ngak kebayang bisa berangkat ke Mekah,” tutur Maria yang sehari-hari mengajar PPKN di Aceh Besar. PK-Sejahtera Online: Sebagai tanda terimakasih atas jasa-jasa para guru yang telah memberikan baktinya kepada bangsa, PKS kembali memberangkatkan 35 guru umrah. Pemberangkatan guru dari seluruh Indonesia ini, merupakan pemberangkatan gelombang ketiga. Pemberangkatan pertama telah dilakukan pada tanggal 22 April dan pemberangkatan kedua pada tanggal 22 Mei yang lalu. Total peserta yang telah diperangkatkan adalah 50 orang. Program ini masih merupakan rangkaian acara Milad ke-9 PKS. Presieden PKS Tifatul Sembiring melepas langsung keberangkatan para peserta Umrah, Senin (4/7) di Gedung DPP PKS Jl. Mampang Prapatan No.98 D-E-F Jakarta Selatan. Tifatul memberikan beberapa pesan kepada jamaah terkait dengan pelaksaan ibadah umroh. Ia mengingatkan agar para peserta memb...
NKRI Tidak Bisa Diganggu Gugat “Bagi kita NKRI itu sudah final. Kita tidak setuju dengan gerakan-gerakan yang sifatnya separatisme, baik yang ada di Papua atau yang ada di Maluku,’ tegas Tifatul. PK-Sejahtera Online: Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan bahwa Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bentuk negara yang ideal dan tidak bisa diganggu gugat. Hal ini diungkapkan Tifatul terkait dengan adanya demo pendukung Republik Maluku Selatan (RMS) di hadapan Presiden RI Sosilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Maluku, pada saat SBY akan memberikan pidato. “Bagi kita NKRI itu sudah final. Kita tidak setuju dengan gerakan-gerakan yang sifatnya separatisme, baik yang ada di Papua atau yang ada di Maluku,’ tegas Tifatul. Karenanya PKS menyatakan prihatin atas kejadian itu dan meminta agar kelompok separatis itu tersebut ditindak tegas. Dengan adanya insiden tersebut, Tifatul menyayangkan sikap Badan Intelijen Indonesia (BIN) yang lebih banyak mengurusi masalah-masalah internasional d...

Peringatan 62 Tahun Piagam Jakarta

”Peringatan 62 Tahun Piagam Jakarta” Oleh: Adian Husaini Hingga saat ini, banyak pihak berusaha menutup-nutupi sejarah ”Piagam Jakarta”. Ada apa sebenarnya? Pada Hari Kamis, 21 Juni 2007, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) menyelenggarakan sebuah acara penting, yakni peluncuran buku berjudul ”Status Piagam Jakarta: Tinjauan Hukum dan Sejarah”, karya cendekiawan Muslim Ridwan Saidi. Melalui buku ini, Ridwan Saidi membuktikan, bahwa Piagam Jakarta bukan hanya merupakan produk sejarah, tetapi juga sekaligus produk hukum. Ridwan Saidi menegaskan, bahwa ”Piagam Jakarta masih berlaku sampai sekarang. Artinya syariat Islam secara legal memang berlaku di Indonesia”. Lebih jauh, ketika saya hubungi, sesaat menjelang acara bedah bukunya di Jakarta, Ridwan mengharapkan agar pemerintah dan DPR seharusnya meninjau kembali semua produk hukum dan perundang-undangan di Indonesia yang tidak mengacu kepada Piagam Jakarta. Piagam Jakarta adalah produk hukum yang secara resmi dikembali...

Takdir Partai Politik Status Quo

Takdir Partai Politik Status Quo Oleh : Redaksi 29 Jun 2007 - 7:05 pm Seluruh manusia di jagad ini setidaknya pernah mendengar istilah NAZI. Ya, ini merupakan sebuah nama yang amat populer yang merujuk pada nama sebuah partai yang sangat berkuasa di Jerman era Perang Dunia II dengan Adolf Hitler, seorang mantan Kopral, sebagai tokoh tertingginya. NAZI sebenarnya memiliki nama sebagai Partai Nasional Sosialisme (Nationalsozialismus), merujuk pada sebuah ideologi totalitarian. Dalam bahasa Jerman, nama resminya adalah Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) yang memiliki arti lebih kurang sebagai Partai Buruh Nasionalis Sosialis Jerman. Kata ini juga merujuk pada kebijakan yang dianut oleh pemerintahan Jerman pada tahun 1933—1945, sebuah periode yang kemudian dikenal sebagai Jerman Nazi atau Third Reich. Istilah NAZI bisa jadi berasal dari paham nasionalisme Jerman (Nationalsozialismus). Sampai hari ini orang-orang yang berhaluan ekstrim kanan dan rasisme sering disebut se...
Dokumen Resmi Kuak Keterlibatan Pejabat Fatah Atas Tewasnya Yaser Arafat Laporan Oleh : Redaksi 05 Jul, 07 - 4:12 pm Sebuah situs berita menurunkan sebuah dokumen yang menyatakan keterlibatan petinggi Faksi Fatah Muhammad Dahlan terkait tewasnya Yaser Arafat pada November 2006 lalu. Situs berita News menyebutkan, teks dokumen itu berbentuk surat yang berasal dari Dahlan, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Pro Revolusioner Fatah, untuk Menteri Pertahanan Israel Shaul Mofaz. Dalam teks dokumen tersebut Dahlan mengatakan, “Anda semua juga harus yakin bahwa apa yang telah saya pastikan terhadap diri saya di hadapan Presiden AS George Bush, maka saya siap untuk menyerahkan hidup saya sebagai harga (janji-janji) itu. Anda semua juga harus yakin bahwa Arafat sekarang ini tengah dalam hari-hari akhirnya. Tapi biarkan kami menuntaskannya dengan cara kami, bukan dengan cara kalian.” Lebih lanjut dalam surat itu Dahlan menegaskan bahwa AS merupakan negara yang beradab dan demokratis. “Kami t...

How did Dr Ingrid Mattson became Muslim

How did Dr Ingrid Mattson became Muslim Muslim Convert News Oleh : Redaksi 02 Jul 2007 - 4:00 pm by Dr. Ingrid Mattson : Finding the Prophet in his People I spent a lot of time looking at art the year before I became a Muslim. Completing a degree in Philosophy and Fine Arts, I sat for hours in darkened classrooms where my professors projected pictures of great works of Western art on the wall. I worked in the archives for the Fine Arts department, preparing and cataloging slides. I gathered stacks of thick art history books every time I studied in the university library. I went to art museums in Toronto, Montreal and Chicago. That summer in Paris, “the summer I met Muslims” as I always think of it, I spent a whole day (the free day) each week in the Louvre. What was I seeking in such an intense engagement with visual art? Perhaps some of the transcendence I felt as a child in the cool darkness of the Catholic church I loved. In high school, I had lost my natural faith in God, and rarel...

KENAPA AS INCAR IRAN?

KENAPA AS INCAR IRAN? Oleh : Redaksi 05 Jul 2007 - 2:24 am Selepas invansi Amerika Serikat (AS) ke Irak pada Maret 2003, nafsu AS ternyata masih tak bisa dibendung untuk mencoba “invansi” Iran lewat isu yang sama: nuklir. Iran dikhawatirkan akan memproduksi senjata pemusnah massal (Weapon Mass Destruction / WMD) melalui senjata nuklir. Padahal Iran telah mengklaim tenaga nuklir hanya digunakan sebagai bahan pembangkit listrik; demi perdamaian. Padahal, pada tahun 1974, Iran di bawah Shah Reza Pahlevi, AS men-support pembangunan reaktor nuklir Bushehr. Kali ini, isu ancaman senjata nuklir Iran kembali digunakan AS. Sungguh kampungan! Dulu, isu senjata nuklir pernah berhasil digunakan oleh AS ke Irak. AS menginvansi Irak, dunia pun seakan tak bisa berbuat banyak; termasuk Indonesia. Di AS sendiri, isu senjata nuklir dianggap sebagai “kebohongan” terhadap publik AS. Sebuah media massa AS, The Washington Post sempat mempertanyakan alasan serangan AS ke Irak. Sandi Invasi AS ke Irak bernama...
Politik Islam tidak Monolitik Oleh AHMAD ALI NURDIN PENGEBOMAN kedua di Bali menjelang puasa pada tanggal 1 Oktober 2006 mengingatkan kembali masyarakat dunia pada aksi kekerasan bom bunuh diri di tempat yang sama pada tahun 2002. Karena dari beberapa pelaku yang sudah divonis baik hukuman mati maupun hukuman seumur hidup, ternyata beragama Islam, maka peristiwa bom Bali kedua, meskipun belum terungkap siapa pelakunya dengan serta merta dikaitkan dengan ulah para pelaku bom bunuh diri dari kalangan Muslim. Bahkan beberapa media asing langsung menunjuk kelompok Jemaah Islamiyah sebagai dalang di balik serangan yang mengerikan itu. The Sunday Times, koran paling berpengaruh di Singapore, sehari setelah peristiwa itu langsung menulis 'all signs point to JI's (Jamaah Islamiyah) hand in blast' (Semua indikasi mengarah kepada keterlibatan JI,red). Melihat strategi, waktu dan kuatnya ledakan, menurut koran ini, mau tidak mau mengarahkan telunjuk kita kepada kelompok Jamaah Islamiy...
فتح وإخوان مصر يرفضون تصريحات الظواهري بشأن فلسطين الظواهري قال إن القيادي بالجماعة سعد الكتاني (وسط) أعلن قبول حل الدولتين بفلسطين(الفرنسية-إرشيف) ردت حركة التحرير الوطني الفلسطيني (فتح) وحركة الإخوان المسلمين في مصر على تصريحات الرجل الثاني بتنظيم القاعدة أيمن الظواهري التي اتهم فيها الأولى بالخيانة والثانية بالتفريط في قضية فلسطين. وقال عضو اللجنة الحركية العليا في فتح حاتم عبد القادر للجزيرة إنه يرفض التدخل في الشأن الفلسطيني وشأن فتح بالتحديد. وأضاف "هذا كلام مردود، فتح مناضلة وقدمت آلاف الشهداء وكانت تقاتل قبل أن يكون هناك ظواهري". وأكد عبد القادر أن هذه الخطابات تسبب ضررا كبيرا للقضية الفلسطينية، مشددا على أن الفلسطينيين أدرى بالأساليب التي تجلب لهم حقوقهم. وتساءل "ماذا فعل الظواهري للقضية الفلسطينية" معتبرا أنها ليست جزءا من أجندة القاعدة. وكان الظواهري قد هاجم في تسجيل مصور جديد ُبث على شبكة الإنترنت قيادة حركة المقاومة الإسلامية حماس قائلا إنهم تخلوا عن حاكمية الشريعة ورضوا بالديمقراطية، بينما اتهم فتح بالخيانة وإخوان مصر بقبول مبادرة السلام العربية. و...

suara nurani

Nurani manusia seringkali di kekang oleh nafsu, siapa yang mampu mengendalikan nafsunya niscaya ia akan bisa bersuara dan beraspirasi dengan suara nuraninya yng bersih dari kotoran bisikan setan yang melekat di setiap jaringan kepekaan jiwanya. Yakinkan bahwa jiwa anda bebas dari belenggu nafsu setan, maka dikala itu ana telah beraa pada posisi yang pas untuk memulai suatu amal besar menuju ke sebuah cita-cita besar, karena ana juga saat itu telah melakukan suatu hal yang sangat berharga untuk kedamaian hidup anda di masa depan.